Wednesday, February 13, 2008

Open 24 Hours

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini: "Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah. Tekan 1 untuk 'meminta'. Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'. Tekan 3 untuk 'mengeluh'. Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau.... Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini: "Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."


Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini: "Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat, tekan 1. Dengan Malaikat Mikail, tekan 2. Dengan malaikat lainnya, tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu, tekan 4. Untuk jawaban pertanyaan tentang hakikat surga dan neraka, silakan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini: "Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelepon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari." atau... "Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Alhamdulillah. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434.
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini: 28443483.
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di buku telepon berjudul "Alquranulkarim" dan "hadis Rasul". Langsung hubungi, tanpa operator tanpa perantara, tanpa dipungut biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya.

Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta
diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut." Tujuh kalimat Allah itu sebagai berikut.

1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "Laa haula walaa quwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari
lidahnya.

Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. Mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu. Mudah-mudahan jadi bisa karena sudah biasa.

Wednesday, January 30, 2008

After the Forgiveness

Di sana, putri yang sedang menahan rasa sedih karena ditinggal sang bapak mengucapkan deretan kalimat pengantar permintaan maaf. Maaf untuk ini dan itu....

Sebagai sesama yang juga tak pernah luput dari berbuat salah, saya tersentuh, memaafkan dan meminta maaf. Saya minta maaf karena dulu, di paruh akhir 1997 dan awal 1998 saya turut bergerak di jalan dan menyuarakan keinginan yang menguat dari 'rakyat' mengenai pergantian pucuk kepemimpinan bangsa. Saya memang cuma seorang dari ratusan ribu, kalau jutaan mungkin dibilang terlalu bombastis, manusia yang beredar hingga Gedung MPR/DPR sehingga tidak terlalu berpengaruh dalam hal turunnya sang penguasa, tapi toh dalam prosesnya ada pikiran, perbuatan, dan perkataan yang mungkin tidak seharusnya muncul sebagai respons atas dirinya. Karena itulah, saya juga minta maaf kepada keluarga almarhum.

Namun, di bagian lain, pada pengantar permohonan maaf itu saya tidak mendengar sesuatu yang biasanya terucapkan. Biasanya perwakilan keluarga almarhum/almarhumah akan bilang, "Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum/almarhumah, silakan menghubungi kami untuk menuntaskan hal-hal tersebut secara kekeluargaan. Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum/almarhumah bersedia memaafkan dan/atau menganggap utang lunas atau urusan sudah selesai, kami sekeluarga mewakili almarhum/almarhumah mengucapkan terima kasih atas keikhlasan dan kedermawanan Bapak dan Ibu."

Kok tidak terdengar dari ucapannya seperti itu? "Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum Bapak, silakan menghubungi kami untuk menuntaskan hal-hal tersebut secara kekeluargaan. Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum Bapak bersedia memaafkan dan/atau menganggap utang lunas atau urusan sudah selesai, kami sekeluarga mewakili almarhum Bapak mengucapkan terima kasih atas keikhlasan dan kedermawanan Bapak dan Ibu."

Pak Harto, saya minta maaf.... Semoga mereka yang punya utang-piutang dan/atau urusan yang belum diselesaikan dengan Pak Harto bersedia memaafkan dan/atau menganggap utang lunas atau urusan sudah selesai. Kita milik Allah, Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan kembali kita hanya kepada-Nya. Semoga ampunan dan syafaat untuk kita semua yang beriman kepada Allah, Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Amiin.

NB: Pak, foto-foto Bapak dengan Bu Tien keren2 deh.