Entah sejak kapan ada istilah angka cantik atau nomor cantik. Tentunya itu merujuk ke angka, atau deretan angka, yang menyenangkan atau disukai orang karena punya arti tertentu. Untuk kalangan ilmuwan, misalnya, deret Fibonacci (1-1-2-3-5-8-13-21) tergolong angka cantik. Yang menekuni matematika, atau yang enggan matematika tapi baca novel Da Vinci Code, tahu kenapa bisa dikatakan cantik dan mengagumkan.
Untuk orang lain, beda pula patokan angka cantik. Ada yang menyebut 666 atau 999 atau 888 atau 2002 cantik dengan alasan berlainan pula.
Kalau menyebut alasan personal, angka cantik makin bervariasi. Saya, misalnya, bilang angka 1100 angka cantik karena dulu di sekolah dasar dapat nomor induk siswa 1100. Alhasil, saat perusahan telepon seluler asal Finlandia Nokia meluncurkan Nokia 1100, hati ini sebenarnya tergerak untuk memilikinya. Sekadar nostalgia masa kecil, mungkin. Apa daya hingga kini uangnya terpakai untuk kepentingan lain sehingga ponsel seri cantik itu hanya untuk diingat.
Dalam pertalian nomor cantik dan ponsel, orang sekarang bisa mengapresiasi secara gila-gilaan. Coba tengok iklan baris di koran Pos Kota, nomor ponsel yang 'cantik' dengan rumusan tertentu, misalnya banyak angka kembar atau kalau dijumlah menghasilkan angka tertentu yang katanya angka keberuntungan, bisa dihargai hingga jutaan rupiah. Fiuhh.
Dalam pada itu, kebetulan Jumat, 25 Agustus lalu saat mendatangi tempat fotokopi di dekat rumah, saya mendapati si empunya toko menambah barang dagangannya dengan nomor perdana berbagai jenis layanan seluler, dari XL hingga Indosat. Yang istimewa kali itu ia menggelar kartu Simpati yang diiklankannya dengan kertas ukuran A4 sebagai 'nomor cantik' karena empat angka di belakang nomor perdana itu merujuk 'angka tahun'. Ketika saya lihat-lihat, kartu Simpati yang disajikan dalam etalase itu memang berakhiran tahun lengkap, dari 1970 hingga 2000, seingat saya. Harganya? Tentulah dilambungkan. Meski pada bungkus tertulis Rp15 ribu, si penjual dengan yakin menyebut angka Rp40 ribu. Bahkan ada yang dibanderol lebih tinggi lagi menjadi Rp75 ribu. Hmmm.
Orang yang tertarik tapi malas keluar uang banyak-banyak 'hanya' untuk deretan angka yang diiming-iming sentimental itu tentu berpikir tujuh kali bila hendak bertransaksi. Demikian juga saya. Dan di pemikiran kali kedelapan, akhirnya saya tawar. :P Saya bahkan ganti mengiming-iming dengan 'beli dua asalkan diberi diskon'.
Sebenarnya saya agak malas menawar kalau menghadapi pedagang kecil. Soalnya, toh, kalau mereka mendapat untung, itu tidaklah seberapa besar. Dan, beda dengan yang kelas kakap, pedagang kecil menghadapi ketidakpastian untung setiap hari saat menggelar jualan.
Namun, saat itu penggelembungan dari Rp15 ribu ke Rp40 ribu hingga Rp75 ribu buat saya seperti bisul di pantat. Enggak ngenakin. Karena itulah, meski tertarik, saya menawar. Transaksi terjadi, tapi tak usahlah saya sebutkan jumlahnya. Yang jelas, kini saya punya dua nomor perdana baru dengan 'angka cantik'. :P
Omong-omong, angka cantik kamu sendiri berapa?
Saturday, August 26, 2006
Beautiful Numbers
Diposting oleh
Dony
di
10:58 AM
6
komentar
Wednesday, August 23, 2006
Deceptive Fraud
Sore itu ponsel saya berbunyi. Pesan singkat masuk pada pukul 16.25 WIB. Ketika saya buka, nomornya tidak saya kenal. +623160652309. Lalu saya baca isinya, yang membuat saya segera tersenyum.
'YTH: Plng SAT-C
Anda terpilih sbg
Nominasi,peraih
Gebyar Tahapan
POINT Reward
Hub:Call Centre
0831-5701-745
0831-5701-746
Pengirim:
INDOSAT'
Hahaha. Siapa, nih, yang mau nepu gue?
SMS yang masuk pada 9 Juli 2006 itu masih saya simpan sampai sekarang. Entah kenapa. Mungkin gunanya seperti sekarang, jadi postingan blog.
Saya jadi ingat dengan sindikat penipu melalui SMS yang ditangkap polisi.
Mereka bertiga. Memborong beberapa nomor perdana sekaligus. Lalu mengirim pesan singkat yang isinya mirip dengan yang saya terima itu. Saat diverbal polisi, mereka mengaku bisa mengirim 100 SMS per hari dan mendapat respons sekitar 10%. Kalau direspons, mereka bisa menuntun orang yang dilanda euforia 'menang undian' itu agar menguras isi tabungan mereka melalui ATM.
Sampai sekarang saya tidak lagi mendapat SMS seperti itu. Mudah-mudahan penipuan dengan modus seperti itu sudah tidak ada lagi.
Diposting oleh
Dony
di
2:58 AM
7
komentar
