Tuesday, April 15, 2008

TV Shows and SMS

----- Forwarded Message ----
From: Hery Arfianto <arfianto.hery@yahoo.co.id>
To: dedy.ananta@yahoo.com; nash_bdi@yahoo.com
Sent: Thursday, March 13, 2008 10:29:16 PM
Subject: dari milis tetangga

Dear All My Friends
Dua hari yang lalu gua ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gua juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka anggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.
Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500..000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gua gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan glamor, lha makan aja susah. Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.
Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indosiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gua malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar. Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.
Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis. Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gua punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.
Judi SMS menggilaaaaaaa........
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.
Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum -- setidaknya sampai saat ini. Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya --anggaplah-- Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk "bandar" (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini "bandar" mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai "biaya promosi"! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali.
Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan "siapa tahu" mendapat hadiah. Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone.
Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.
Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, "buka" atau "sahur", lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, "dapatkan handphone..." Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : "Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis". Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka
Thanks,
Best Regards

Saturday, April 05, 2008

Sarah Connor Chronicles

Film Terminator (1984) yang sukses melambungkan nama Arnold Schwarzenegger akhirnya diproduksi untuk konsumsi televisi. Kalau dari Terminator pertama, Terminator 2: Judgment Day (1992), dan Terminator 3: Rise of the Machines (2003) fokus cerita tentang penyelamatan hidup John Connor, serial televisi akan berpusat pada upaya Sarah Connor melawan Skynet.

Sarah, ibunda Connor, akan berubah sikap, dari menghindari kejaran Skynet menjadi berjuang melumpuhkan teknologi yang katanya bakal memusnahkan keluarganya dan bahkan manusia itu. Karena itulah, judulnya diubah menjadi Terminator: The Sarah Connor Chronicles.

Televisi yang akan menayangkannya AXN, salah satu kanal di televisi kabel, setiap Selasa. Film akan disiarkan pertama kali pada 8 April 2008 pukul 21.00 WIB. Belum diketahui apakah nantinya salah satu televisi swasta nonbayar yang ada di Indonesia bakal ikut memutarkannya atau tidak. Mudah-mudahan iya, dan secepatnya.

Pemeran Sarah dipercayakan pada aktris Inggris Lena Headey. Tokoh sang anak, John, diperankan Thomas Dekker dan Cameron, teman John yang dalam pakem Terminator versi film layar lebar menjadi istri John, diperankan Summer Glau.

Sebagai sebuah waralaba (mungkin pada lebih ngeh istilah franchise), Terminator memelihara penggemar dengan situs internet terminatorchronicles.com. Di dalamnya jelas ada informasi dan foto-foto tentang Terminator: The Sarah Connor Chronicles. Jelas ada juga foto Lena Headey, tapi bukan dalam pose seperti ini.



Atau yang seperti ini.



Juga bukan berpose seperti ini.



Lebih tepatnya berpose seperti ini.



Wednesday, February 13, 2008

Open 24 Hours

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini: "Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah. Tekan 1 untuk 'meminta'. Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'. Tekan 3 untuk 'mengeluh'. Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau.... Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini: "Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."


Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini: "Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat, tekan 1. Dengan Malaikat Mikail, tekan 2. Dengan malaikat lainnya, tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu, tekan 4. Untuk jawaban pertanyaan tentang hakikat surga dan neraka, silakan tunggu sampai Anda tiba di sini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini: "Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelepon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari." atau... "Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Alhamdulillah. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434.
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini: 28443483.
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di buku telepon berjudul "Alquranulkarim" dan "hadis Rasul". Langsung hubungi, tanpa operator tanpa perantara, tanpa dipungut biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!

Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya.

Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta
diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut." Tujuh kalimat Allah itu sebagai berikut.

1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "Laa haula walaa quwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari
lidahnya.

Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. Mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu. Mudah-mudahan jadi bisa karena sudah biasa.

Wednesday, January 30, 2008

After the Forgiveness

Di sana, putri yang sedang menahan rasa sedih karena ditinggal sang bapak mengucapkan deretan kalimat pengantar permintaan maaf. Maaf untuk ini dan itu....

Sebagai sesama yang juga tak pernah luput dari berbuat salah, saya tersentuh, memaafkan dan meminta maaf. Saya minta maaf karena dulu, di paruh akhir 1997 dan awal 1998 saya turut bergerak di jalan dan menyuarakan keinginan yang menguat dari 'rakyat' mengenai pergantian pucuk kepemimpinan bangsa. Saya memang cuma seorang dari ratusan ribu, kalau jutaan mungkin dibilang terlalu bombastis, manusia yang beredar hingga Gedung MPR/DPR sehingga tidak terlalu berpengaruh dalam hal turunnya sang penguasa, tapi toh dalam prosesnya ada pikiran, perbuatan, dan perkataan yang mungkin tidak seharusnya muncul sebagai respons atas dirinya. Karena itulah, saya juga minta maaf kepada keluarga almarhum.

Namun, di bagian lain, pada pengantar permohonan maaf itu saya tidak mendengar sesuatu yang biasanya terucapkan. Biasanya perwakilan keluarga almarhum/almarhumah akan bilang, "Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum/almarhumah, silakan menghubungi kami untuk menuntaskan hal-hal tersebut secara kekeluargaan. Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum/almarhumah bersedia memaafkan dan/atau menganggap utang lunas atau urusan sudah selesai, kami sekeluarga mewakili almarhum/almarhumah mengucapkan terima kasih atas keikhlasan dan kedermawanan Bapak dan Ibu."

Kok tidak terdengar dari ucapannya seperti itu? "Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum Bapak, silakan menghubungi kami untuk menuntaskan hal-hal tersebut secara kekeluargaan. Apabila ada Bapak, Ibu, atau pihak-pihak yang merasa berutang-piutang atau memiliki urusan yang belum diselesaikan dengan almarhum Bapak bersedia memaafkan dan/atau menganggap utang lunas atau urusan sudah selesai, kami sekeluarga mewakili almarhum Bapak mengucapkan terima kasih atas keikhlasan dan kedermawanan Bapak dan Ibu."

Pak Harto, saya minta maaf.... Semoga mereka yang punya utang-piutang dan/atau urusan yang belum diselesaikan dengan Pak Harto bersedia memaafkan dan/atau menganggap utang lunas atau urusan sudah selesai. Kita milik Allah, Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan kembali kita hanya kepada-Nya. Semoga ampunan dan syafaat untuk kita semua yang beriman kepada Allah, Tuhan yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Amiin.

NB: Pak, foto-foto Bapak dengan Bu Tien keren2 deh.

Monday, January 21, 2008

The Wit and Wisdom of Herbert Keppler


Herbert Keppler, seorang penerbit dan kolumnis majalah fotografi terkenal di Amerika Serikat yang memberi saran-saran kepada fotograer amatir tentang banyak hal, dari lensa hingga tas kamera dan tripod, dan membantu perintisan uji independen peralatan kamera, meninggal Jumat, 4 Januari 2008 waktu setempat di Croton-on-Hudson, NY, dalam usia 82.



Saya sempat membaca artikel-artikelnya yang bernas dan menghibur di kolom SLR majalah Popular Photography & Imaging beberapa tahun ini. Ia bijak dalam mengungkapkan banyak hal karena menjaga independensi yang dirintisnya sejak lama. Berikut ini komentar-komentarnya yang dikutip situs Popular Photography & Imaging, popphoto.com, untuk mengenang Keppler yang juga diakrabi koleganya dengan nama Burt.

The "flimsy" tripod you take with you is better than the one you left at home:
"The truth is that I probably have collected more sturdy tripods than anyone else within a hundred-mile radius. But unless I'm within easy walking distance of home or can stash the tripod in the car for convenient transportation, you will find me happily taking pictures with a flimsy tripod at hand."
(Popular Photography, February 1993)

The price of technology:
"What has happened to photography since the exuberant, technically daunting days of our SLR innocence. Slowly but surely, zoom lenses and flash have screwed up our indoor picture taking."
(Popular Photography, May 1993)

The perks of office:
"Contrary to popular belief (some popular belief, at least) I am not an equipment-engorged emperor seated on a photographic throne demanding, as my due, all new lens and camera jewels from manufacturer vassals. To begin with, accepting outright gifts would compromise my independence in reporting to you."
(Popular Photography, October 1993)

On varifocal lenses:
"Here's how you can tell if your 'zoom' is actually a varifocal. Zoom to maximum focal length and focus on an object manually about 10 feet away. Now zoom back to the shortest focal length. If the viewfinder is still sharp, you have a true zoom. If it's hopelessly out of focus, it's a varifocal."
(Popular Photography, October 1993)

Buyer beware:
"Silly Tales Sometimes Told By Salesmen Selling lenses: Off brand lenses are really over-production from major lens factories. Lenses not having U.S. warranties are seconds. Lens advertised is really discontinued. You should buy the new one at a higher price."
(Popular Photography, November 1993)

On going digital:
"Sitting over a hot computer ain't my idea of fun. My creativity goes almost completely into picture taking. (But) I suppose if I ever retired, I would enjoy learning the Photoshop craft far more than playing golf."
(Popular Photography & Imaging, January 2005)

Avoiding trouble:
"Afraid on some dark street, a toughie will wrench your SLR from your grasp? Don't sling it over your shoulder. Carry it cross-chest with your elbow and arm protecting it. Still antsy about exposing your precious Nikon, Canon, or whatever to harm? Cover its name with black masking tape."
(Popular Photography & Imaging, February 2005)

Specs for the ideal lightweight travel tripod:
"1) No more than 22 inches when folded...
2) No more than 32 ounces...
3) Extends to 60 inches, so the SLR eyepiece is at eye level.
4) Should be able to open fully and close in less than 45 seconds.
5) Leg tips should be rubber but changeable to spikes for slippery terrain."
(Popular Photography & Imaging, February 2005)

On deciding whether to take any specific course of action:
"Could it hurt? No. Could it help? Maybe. Then do it!"
(Spoken on numerous occasions)

On the SLR:
"It seems impossible to turn out a camera free of all idiosyncrasies. Cameras are obviously like people—which is, I suppose, one reason why they make such a good combination."
(Modern Photography, January 1966)

On the Konica Autorex, the first auto-exposure SLR of its kind:
"The inevitable marriage of convenience plus accuracy inherent in automatic exposure systems and the versatility of the interchangeable-lens, focal-plane shutter, single-lens reflex has finally occurred."
(Modern Photography, March 1966)

On choosing a lens for an SLR:
"If you don't need a superfast lens (f/1.4, f/1.2) buy the slower (f/1.7, /1.8, 2), which will probably be cheaper, of as good or better quality, and far superior for getting good sharp close-ups."
(Modern Photography, January 1980)

On 'Analog Appreciators' vs. 'Digital Dandies':
"The next advance in finder information may bring peace at last to both warring factions. Japanese camera designers almost without exception predict the use of liquid-crystal display in future SLR viewfinders..."
(Modern Photography, February 1980)

On autofocus:
"What is needed is not a distance-measuring system, but one that analyzes and focuses upon the subject. The new Honeywell and Seiko modules for SLRs will do it."
(Modern Photography, February 1980)

On the privileges bestowed on photo magazine editors:
"Yes, some items I can get [cameras and lenses] on long-term memo. Some items I can buy at the price a manufacturer sells to his employees or best customers, but you'd be horrified at how much money I shell out, as you do."
(Modern Photography, June 1980)

Advice for camera makers:
"Why doesn't some enterprising camera company go and put together a group of advisers from leading magazines, from successful freelance photographers, from the scientific and industrial and commercial community? Meanwhile, my kingdom for an SLR I can operate when I'm wearing my winter mittens."
(Modern Photography, July 1983)

On zooms vs. primes:
"By the way, don't assume that a macro zoom provides sharpness at 'macro' equal to a good single-focal-length macro lens. It won't. It may be adequate and certainly convenient but if you want best macro sharpness, stick to a single-focal-length 'macro' lens."
(Modern Photography, September 1983)

On the changing makeup of SLR bodies:
"More and more camera makers will switch to hybrid camera body construction...This involves bonding an all-metal focal-plane plate to a glass-fiber reinforced polycarbonate body, cutting manufacturing costs down considerably."
(Modern Photography, March 1986)

On gray goods:
"How long did it take for gray market batteries to get here? What were the storage conditions on the boat? How many months of life do they have? Nobody knows. Your best bet is to look for and buy Duracells made in the U.S. and marked in English."
(Modern Photography, March 1986)

On buying equipment:
"Your decisions on whether to buy, when to buy and what to buy should depend on careful consideration of your needs primarily, with a little of your wants thrown in for enjoyment, After all photography is a hobby, even for pros."
(Modern Photography, April 1986)

On zoom lenses:
"I am fed up to the ears with all the guff about 35-70mm zoom lenses. I don't think they're great, I think they will assure you of fairly ordinary pictures and are apt to stunt your growth as a photographer."
(Popular Photography, March 1988)

On lugging gear:
"The older I get, the less inclined I am to overload by camera bag and then stagger out to take pictures. I try to pick and choose equipment thoughtfully, with a view to low bulkiness and light weight. The last type of case I think of using is a giant hold-everything bag."
(Popular Photography, May 1988)

On the market for zooms:
"New zoom lenses too often resemble optical junk food more than solid fare for better pictures. 'Give us wider ratios; faster, more compact, and light zooms at better prices' is the clamor from the marketplace..."
(Popular Photography, August 1988)

On poorly translated instruction manuals:
"The writer had forgotten that in English, objects are not referred to by gender. I was instructed to 'grab her crank' to advance the film and wind the shutter. Further genderized instructions became too personal for me to relate in a family magazine."
(Popular Photography, September 1988)

On improvements in autofocus:
"Am I trying to get you to buy a new AF SLR? No. If you have iron resistance and resolve, good for you. I'm just trying to ease the pain of those who will inevitably succumb."
(Popular Photography, December 1988)

On embracing new technology:
"If you are the proud owner of an older, heavy, metal SLR camera and lens outfit, more power to you. If you have opted for one of the newfangled autofocus SLR systems, heave-ho with a light heart and camera bag, knowing you have gained much and missed little."
(Popular Photography, January 1990)

On lenses:
"Perhaps we should demand two grades of optics—one optimized for tiny size and tiny price, the other for maximum image quality and versatility with less regard to price. Sadly, if we all buy supercompact, gutless optical wonders, we will inevitably wind up using the types of lenses we justly deserve."
(Popular Photography, March 1990)

"If you trot home with a $2,500 Nikon F4S camera, you will be praised and envied even if you had to scrape the bottom of the financial barrel to buy it. Enter with a $3,000, 5-1/2-pound, 9-3/4-inch-long 300mm f/2.8 Nikon ED lens for it, and everyone will question your sanity."
(Popular Photography, July 1990)

On tripods:
"Be careful of mounting physically long lenses to the tripod rather than fastening the camera body to the tripod. What causes the major amount of vibration and thus picture unsharpness during exposure? Not the lens! It's the camera body's mirror and shutter action."
(Popular Photography, August 1990)

Advice to buyers:
"Kits can be padded, too. I remember a kit advertised as containing 72 different items. The only problem was that 50 of them were actually sheets of lens tissue."
(Popular Photography, December 1990)

Keep it clean:
"Ever think of how many dirty places your lens cap goes after you take it off the lens? It jiggles around in your pocket or in the bottom of your dusty camera bag until the inside of the cap has accumulated a fine layer of ick. Ergo, when you put the cap back on the lens, the dirt merrily transfers to the front lens surface."
(Popular Photography, December 1990)

Evolving camera bodies:

"Where did all the leather covering and the precision metal bodies with chrome finish go? They were so delightful to hold, to stroke, to feel, to admire. Who strokes today's photographic equivalents of the kitchen appliance...[But] genuine leather creases, shrinks, invites fungus, and pops up when screw heads corrode beneath...Plastic materials can be formed and scored to provide excellent, nearly permanent, highly grippable surfaces, free from fungus."

(Popular Photography, August 1991)

Evolving camera bodies:
"Where did all the leather covering and the precision metal bodies with chrome finish go? They were so delightful to hold, to stroke, to feel, to admire. Who strokes today's photographic equivalents of the kitchen appliance...[But] genuine leather creases, shrinks, invites fungus, and pops up when screw heads corrode beneath...Plastic materials can be formed and scored to provide excellent, nearly permanent, highly grippable surfaces, free from fungus."
(Popular Photography, August 1991)

More on zooms vs. primes:
"I am convinced that anyone buying an SLR for the first time for serious photography will be a better and wiser photographer if he doesn't buy a zoom lens right off the bat."
(Popular Photography, April 1991)

Thursday, December 13, 2007

My Photo's in Nikonlinks.com

Setelah sekian lama lihat galeri di nikonlinks, kepikiran juga untuk kirim foto ke sana. Sapa tau dimuat. Coba-coba saya kirim satu, eh, ternyata gak lama dapat balasan dari moderatornya bahwa foto saya masuk galeri 11. Kaget juga. Bukan apa-apa, foto itu saya bikin dengan kamera saku Coolpix S-2.
Jadi kepikiran juga, kok seperti begitu mudah masuk galeri? Ada gak nikonian Indonesia yang pernah kirim? Di sana saya lihat di Galeri 11 ada Yusuf Tomi Anika yang mungkin orang Indonesia. Mungkinkah?
Pas Kamis (13/12) ini buka nikonlinks.... voila! Foto saya lagi dipampang di halaman pembuka. Wuih... senangnya saya yang pemula ini. Entah kapan mulainya itu foto dipampang. Entah sampai kapan itu dipampang. Let's go international!


Wednesday, August 29, 2007

Free School for the Poor

From: SIANNE DHALIA WINATA [mailto:sianne_winata@bca.co.id]
Sent: Wednesday, August 01, 2007 8:41 AM
Subject: silahkan forward seikhlas nya


Dear All,

maaf mengganggu :

Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang
mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur
max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi Ibu Ade,
Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta 12770 telp. 7990412 HP.
085691500258, untuk selanjutnya akan disurvei, Insya Allah tahun ini
akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan
khusus untuk anak miskin dan dari golongan tidak mampu ..silahkan
forwrd seikhlas nya



Thanks

Hati-Hati bila Bertemu Dia

Kiriman dari e-mail di milis saya.

Sebagai bahan renungan aja kali ya, ternyata masih ada yang begini. mungkin rekan-rekan udah ada yang terima surat ini.
Semoga bukan diantara kita........ .ya !!!......... ...
Rekans,
Berhati-hatilah bila melihat mobil Ford Everest biru, dengan nomer polisi B 2708 CF. Ciri lainnya terdapat plakat DPR-MPR RI didekat nomor polisi bagian depannya. Pengemudinya berkulit hitam, berbadan tegap, berusia sekitar 30an , berambut cepak agak plontos.

Adapun kronologis kejadian menurut adikku yang korban dan saksi setempat ,
Pada tanggal 18-08-07, sekitar jam 10.45 terjadi serempetan antara mobil Ford dan mobil Avanza yang dikendarai oleh adik saya di kompleks perumahan Taman Permata, Karawaci.
Akibat dari kejadian itu, bemper kanan belakang (tepatnya diatas roda belakang sebelah kanan) mobilku copot.

Setelah tabrakan itu, pengemudi mobil ford biru itu turun dari mobil, langsung lari menghampiri mobil adik saya yang saat itu baru memberhentikan mobilnya. Pengemudi mobil ford itu langsung turun melayangkan tinjunya berkali-kali ke arah wajah adik saya. Setelah itu, dia langsung membuka pintu mobilku, mencabut kunci yang masih melekat pada kontaknya, mengambil dompet adik saya yang tergeletak di kursi penumpang sebelah kanan, dan pergi meninggalkan adik saya yang masih belumuran darah dan mobilnya di TKP begitu saja.

Dengan dibantu oleh tukang ojek dan satpam, adik saya diantar pulang kerumah. Pada saat itu saya yang sedang berada dirumah sendirian sangat panik melihat keadaannya yang babak belur dan berlumuran darah diseluruh mukanya. Saat itu, saya ingin segera mengantarkan adik saya ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan pertama, saya baru teringat akan kunci mobil dan stnk yang masih ditahan oleh 'jagoan bermobil biru itu'.

Indetitas 'jagoan' itu yang akhirnya diketahui bernama Ilham dari petugas keamanan setempat, sehigga saya, dengan diantar oleh 2 orang satpam itu ke rumahnya utk mengambil kembali kunci mobil guna mengantarkan adik saya ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.

Apa yang terjadi kemudian, benar sangatlah diluar dugaan, Jagoan tersebut sudah menunggu kami didepan rumahnya dengan berkacak pinggang.
Saat itu, saya yang masih kebingungan segera menanyakan kunci mobil dan dompet yang berisikan STNK, itu akan tetapi langsung dibentak oleh JAGOAN itu, supaya saya jangan menanyakan kunci dan STNK mobil itu, atau saya juga akan dipukul seperti adik saya.

Sebagai seorang wanita, saya tetap bersikeras untuk meminta kembali kunci mobilnya, guna mengantarkan adik saya untuk mendapatkan pertolongan segera, karna darah semakin banyak mengucur dari luka adik saya.Bukan kunci mobil yang saya terima, akan tetapi tamparan dan tinju berkali-kali diarahkan JAGOAN itu ke muka saya, untung saja, ada 2 orang petugas satpam yang sangat sigap melindungi saya dari serangan brutal
JAGOAN itu, sehingga hanya mata kanan saya yang memar dan pendarahan pada
bola mata saya.
Tidak puas karna saya berhasil diselamatkan oleh petugas satpam tersebut,
JAGOAN tersebut mengancam akan MENGHABISI saya dan adik saya. ' Awas
kamu, Saya TEMBAK kamu, saya matikan kamu berdua'.
Melihat keadaan yang sangat tidak menguntungkan buat saya dan adik saya, petugas satpam tersebut segera mengungsikan kami kakak beradik berdua. Kunci mobilku masih enggan dikembalikan, akan tetapi setelah berulangkali petugas keamanan menasehati bahwa dia tidak punya hak menahan kunci mobil, dompet berserta STNK kami, baru dia mengembalikannya kepada pak satpam. Saat ini, kasus ini sudah saya laporkan ke kantor polisi setempat, untuk pengusutan selanjutnya, dengan nomor laporan polisi 683/K/VIII/2007/ SEK.CURUG.

Setau saya pernah dilakukan pemeriksaan dan penertiban terhadap mobil berplakat indetitas DPR MPR RI, bagaimana dengan JAGOAN ini???)
Apakah memang benar dia adalah anggota DPR MPR RI dengan plakat identitas
yang melekat di mobilnya????
Apakah benar seseorang dapat seenaknya saja memukul orang????
Benarkah seorang pria dewasa menganiaya seorang wanita yang sedang panik melihat darahnya mengucur semikian deras dari luka adiknya???
Bisakah seenaknya seseorang menghabisi nyawa orang lain???
Apakah fungsi senjata itu??? Jikalau memang dia punya?? Apakah benar kegunaannya untuk mengancam dan menembak orang lain????

Masih adakah jaminan keselamatan dan perlindungan hukum di Negara Indonesia ini, disisi lain kita punya kewajiban untuk membayar pajak ke Negara???

Tolong disebarluaskan email ini, supaya cukup kami saja yang mengalami hal seperti ini, jangan ada lagi kasus kedua dan ketiga yang mengalami nasib seperti kami. Kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman sekalian, semoga keadilan dapat benar-benar ditegakan di bumi Indonesia ini, sehingga tidak ada yang namanya main hakim sendiri.

Kejadian ini ada benar adanya…,rekan-rekan sekalian dapat mengeceknya langsung ke kantor polsek curug dengan nomor laporan yang sudah saya sebutkan diatas, atau dapat menghubungi email saya felyshia@hotmail. com

Terima kasih,
Felyshia@hotmail. com

Jealousy


Pernah iri? Saya sih pernah. Terakhir ini saya iri pada Dwi. Ia rekan satu tim dan satu ruangan di kantor saya. Ia orang Bali.
Kenapa saya iri pada Dwi?
Ni Nyoman Dwi A. ini tadinya nonmuslim. Lalu karena hendak menikah dengan seorang muslim, pertengahan Agustus 2007 ini ia hijrah. Kembali jadi orang Islam. Kembali? Ya, karena Islam mengajarkan setiap orang dilahirkan dengan fitrah, yaitu tunduk kepada Allah SWT. Orang tualah yang kemudian mengubahnya sehingga si anak menjadi penganut Nasrani, Majusi, dll.
Saya iri karena dengan menjadi muslim, Dwi mengalami apa yang mungkin sampai saat ini saya belum pernah alami, yakni suci dari dosa. Benar-benar tidak ada dosa. Orang suci. Saya, andaipun beribadah puasa Ramadan sebulan penuh dan melakukan ibadah-ibadah lainnya, belum tentu mengalami seperti Dwi setelah hijrah ke Islam, suci dari dosa. Benar-benar tidak ada dosa.
Saya tidak perlu tahu dan tidak mau tahu apa motof ia hijrah ke Islam. Itu urusan sangat privat Dwi dengan Allah SWT. Yang saya jadi 'ngiler' ialah adanya kesempatan menjadi orang yang sama sekali baru. Benar-benar mulai dari nol, kosong dosa, bersih dari noda dosa. Betapa enteng langkahnya jika menyadari hidupnya kini bukanlah hidup seperti dulu yang mungkin disisipi keraguan atau kebimbangan akan sesuatu yang hakiki.
Selamat menjadi muslim, Dwi. Masukilah dunia yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan duniamu sebelumnya dengan senyum karena sadar kamu mengawalinya dengan hal yang bisa membuat iri orang lain: suci dari dosa dan 'buku kehidupan' yang lembaran-lembarannya masih kosong dari hal-hal negatif. Alhamdulillah.

Lupa Tujuan


Liga Italia telah dimulai lagi untuk periode 2007-2008. FC Internazionale Milan meraih gelar juara Seri A 2006-2007 dan kini berstatus juara bertahan. Gelar juara di 'musim jujur' dan 'tahun tanpa Juventus' itu menuai bermacam reaksi. Ada reaksi lucu, menurut saya.
Beberapa kalangan, sambil mengucapkan selamat, menyayangkan kedigdayaan Inter Milan yang tidak berdampak pada timnas Italia karena minimnya pesepak bola asli negara tersebut di tim 'Hitam-Biru' itu. Mereka termasuk Roberto Donadoni, si pelatih timnas. Intinya kemenangan Inter bukanlah bukti kehebatan Italia.
Kelucuannya, menurut saya, mereka salah menilai tim. FC Internazionale Milan dibangun dengan tujuan menjadi klub tempat beraksi pemain-pemain hebat seantero dunia. Yang terbaik berhimpun di Inter. Itulah kenapa klub Kota Milano itu menyandang nama 'Internazionale'. Jadi wajar apabila ketika menjadi juara atau pecundang sekalipun, Inter diisi mayoritas pesepak bola non-Italia.
Itu semakin 'sahih' karena pesepak bola terbaik Italia lebih memilih Juventus atau Milan alih-alih Inter untuk berkarier. Juventus dan Milan dipandang lebih bisa menjamin prestasi juara daripada Inter (Itu, menurut saya, dapat dimaklumi setelah peristiwa calciopoli atau moggiopoli membuktikannya).
Kalau publik sepak bola menginginkan klub peraih gelar Liga Italia mencerminkan ketangguhan Italia, batasi saja penggunaan pemain non-Italia dalam sebuah tim. Jadi, siapa pun juara benar-benar tepat merefleksikan il Numero Uno d'Italia.
Sampai itu terjadi, kalau Inter Milan juara Seri A lagi, lagi, dan lagi, publik terutama seorang insan sepak bola Italia sekelas Donadoni tak perlu mengungkit-ungkit masalah keitaliaan. Jangan lupa lagi bahwa Inter Milan memang diproyeksikan sebagai klub kosmopolitan. Semua bintang berhimpun di bawah Langit Hitam-Biru Milano. Bravo sportivitas! Forza Internazionale Milan!

Sekolah itu Mudah


Lihat tayangan The Scholar di televisi swasta berlaberl televisi berita itu? Ternyata bersekolah lanjut itu tidak mudah ya. Tidak cukup hanya pintar, kalau mau sekolah dibayari, orang harus juga bisa menyelesaikan permainan, presentasi, dan tugas-tugas yang direkayasa untuk mengetahui Anda memang berkualitas. Tidak sia-sia untuk dibayari. Berprospek.
Untunglah masih ada jalur lain yang menurut saya relatif lebih mudah. Nabung tiap bulan lalu persiapkan diri menghadapi tes masuk.
Seharusnya memang pendidikan mudah diraih. Landasan yang paling penting menurut saya karena negara ini dibangun untuk 'mencerdaskan kehidupan bangsa' (referensi lengkap lihat UUD 1945 dan pembukaannya). Bukan untuk 'menguntungkan pemerintah dan saudagar (istilah kerennya sekarang: kalangan pengusaha)'.
Untunglah beberapa pemerintah daerah telah benar-benar menggratiskan biaya pendidikan dasar. Belum banyak dan belum merata, tetapi mendingan daripada tidak ada sama sekali.
kalau nyatanya kekuatan dominan justru berpandangan pendidikan merupakan peluang bisnis yang menggiurkan, bahwa berapa pun tarif sekolah dibanderol orang akan berupaya meraihnya, bahwa kualitas ditentukan harga, dan pendidikan formal punya legitimasi kuat, altruis-altruis yang berupaya membalikkan keadaan dan pandangan dengan langkah-langkah kecil sekalipun punya peluang masuk surga dengan kebaikan mereka.
Sekolah itu mudah, seharusnya. Tapi ternyata susah, ya. Kecuali, mungkin, sekolah kehidupan. Masuknya tak sulit, lulusnya sukar.
Universitas Indonesia almamaterku? Sibuk menjauhkan diri dari rakyat yang menjadi fondasinya dengan berbagai syarat administratif dan finansial dan mengusung status badan hukum milik negara sebagai tameng cari untung. Semoga saya diberi kesempatan melihat Universitas Indonesia dan perguruan-perguruan tinggi negeri lainnya berubah haluan berpihak kepada rakyat yang hidup pas-pasan tapi ingin cerdas.

Wednesday, July 25, 2007

Mohon Doa Restu

Kepada Yth.
Rekan-rekan
di mana pun berada

Sehubungan dengan rencana saya 'menempuh hidup baru', pertama-tama dengan ini saya meminta kesediaan dan kerelaan teman-teman untuk memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan yang telah saya lakukan di masa lalu. Besar harapan saya akan adanya kerelaan teman-teman memberi maaf atas kesalahan dan kekhilafan saya. Semoga Allah melapangkan hati kita bersama.

Kedua, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya mengundang teman-teman untuk hadir, merestui, dan mendoakan saya dan pasangan hidup saya dalam resepsi syukuran pernikahan kami pada Minggu, 5 Agustus 2007 pukul 11.30-14.00 WIB di Masjid Jami' Al-Ihsan, Jl Kerinci X nomor 8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Denah dan lain-lain yang berkaitan dengan pernikahan kami dapat dilihat di www.tifadony.blogspot.com. Di situ disediakan pula tempat untuk teman-teman memberi komentar, mengucapkan apa pun yang menurut teman-teman menjadi sesuatu yang berharga untuk disampaikan bagi saya yang hendak 'menempuh hidup baru'.

Atas perhatian, kehadiran, dan doa restu teman-teman, saya mengucapkan terima kasih.

Jakarta, Juli 2007
Dony

Friday, July 13, 2007

Indonesia Airlines

Adam Air, Lion Air, Air Asia ternyata merupakan pendatang baru jika dibandingkan dengan airline di bawah ini.

Kejadian itu dialami teman saya waktu tinggal di Denpasar bersama ortunya. Kami sering nongkrong di warung jamu tradisional di dekat rumah kami.

Pada suatu hari ketika kami sedang duduk duduk di warung jamu, sepasang bule datang ke warung yang kelihatan meriah dari jauh. Bule kucel dengan ransel di punggung itu melangkah dengan penuh percaya diri menuju halaman warung jamu. Dalam hati saya bangga juga jamu tradisional kita sudah dikenal dimancanegara. Buktinya si bule pun mau mengunjungi warung jamu di Indonesia.

Makin dekat ke warung langkah bule tersebut kelihatan makin ragu ragu, tetapi tetap saja mendekati kami. Setelah dekat, salah seorang bertanya kepada kami dalam bahasa Inggris dengan wajah agak ragu, "Do you have a direct flight to Jogja for tomorrow...?"

Gantian kami yang bengong sambil saling berpandangan penuh tanda tanya. Bukannya kami nggak tahu bahasa Inggris, loh. Cuman tanya ticket pesawat, kok, di warung jamu.

Karena agak lama kami saling berpandangan tanda bingung, sekali lagi si bule bertanya, "Air Mancur is a domestic flight, isn't it..?"

Kiriman dari temen di milis

Sunday, June 24, 2007

32

Sebuah e-mail dari Inter.it, situs resmi klub FC Internazionale Milan, tiba Sabtu, 23 Juni 2007 06:27:19 +0200 (CEST).
Pesannya sebagai berikut.

HAPPY BIRTHDAY!!!

Hi Dony,
Inter wishes you a very happy 32nd birthday



**)

Wow! Terima kasih, Inter.
Grazie, Inter. Forza Inter Milan.


**) Vuoi acquistare una maglia personalizzata come questa? Corri al negozio online
Gli auguri per il tuo compleanno sono inviati automaticamente dal server in base alla data di nascita indicata nell'iscrizione a Inter.it.
Se il calcolo non รจ esatto, correggi il tuo profilo personale.

To purchase a personalised shirt like this one, visit our online store!
Birthday wishes are automatically sent by the server according to the date of birth you gave when registering for inter.it.
If the date is incorrect, click here to modify your profile.

Friday, June 22, 2007

Blood A+ Needed

Sent: Tuesday, June 12, 2007 10:44 PM
Subject: tolong

Dibutuhkan golongan darah A+, untuk anak usia 9th yang
sedang terbaring di RSPAD karena terkena Virus ITP. tolong sebarluaskan
berita ini ke teman-teman lainnya. Bagi yang bisa mendonorkan darahnya,
tolong hubungi ibu dari anak tersebut, Ibu Irma di no 0816905385. this is
urgent. thanks

Self-Made Robot

Berminat bikin robot?
Situs berikut ini menyediakan teknologi robotik yang disederhanakan agar semua lapisan masyarakat yang ebrminat membuat dapat mengerjakannya. Inovasi dan variasi dapat dilakukan untuk menyesuaikan robot itu dengan kebutuhan masing-masing.
Tidak hanya menyediakan info teknologi dan cara pembuatan, situs itu juga menyediakan peralatan dan komponen yang dibutuhkan secara daring (online).
Klik telepresence robot kit.

Monday, June 18, 2007

The Reading of Praying Mat

Sajadah membaca Al-Quran

Funny Things We Do

1. Rasulullah saw bersabda, "Seorang wanita yang membuka auratnya atau bahkan mengenakan pakaian yang ketat, tidak akan mencium wanginya surga selama lebih dari 500 tahun."

Tapi para wanita justru berlomba-lomba mempertontonkan auratnya.


2. Rasulullah saw bersabda, "Debu yang menempel pada diri seorang pria ketika berjalan di jalan Allah, menyebabkan tidak hanya api, tapi asap neraka diharamkan untuk seluruh bagian tubuhnya."

Tapi kenyataannya banyak yang masih enggan berjalan di luar jalan Allah.


3. Rasulullah saw bersabda, "Aku hanya mengutuk tiga jenis orang: orang yang tidak menjaga orang tua mereka ketika tua, orang yang tidak mengambil hikmah dari bulan ramadhan yang diberkahi, orang yang tidak mengucapkan: Salallahu 'Alaihi Wa'alaihi Wasallam ketika namaku disebutkan."

Sedangkan hal tersebut dapat kita temui di setiap sudut bumi.


4. Rasulullah saw bersabda, "Orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian."

Tapi kita sering terlena dengan kenikmatan dunia.


5. Betapa mudahnya orang mengabaikan Allah. Dan mereka terheran-heran mengapa dunia menjadi hancur.


6. Kita percaya apa yang tertulis di koran, tapi mempertanyakan yang tertulis di dalam Al Qur'an.


7. Bagaimana setiap orang ingin masuk surga yang disediakan, sedangkan mereka tidak mempercayai, berfikir, berkata, atau melakukan apapun yang tercantum di Al Qur'an?


8. Bagaimana orang bisa berkata "Aku percaya kepada Allah" tapi masih mengikuti syaitan.


9. Kita bisa mengirim ribuan 'lelucon' melalui e-mail dan mereka menyebar seperti api. Tapi ketika kamu mulai mengirim pesan tentang Allah, orang-orang berfikir dua kali untuk berbagi.


10. Bagaimana orang begitu berbondong-bondong setiap hari Jum'at mengingat Allah, tapi jadi muslim yang tak terlihat di sisa minggunya.


Lucu kan??

Tuesday, May 22, 2007

Watch Your Language

First, I would like to emphasise that this post is intended for moslems

----------------------------------
Original message from Wamah:
>
> ----------------------------------
> Original message from nae:
>
> ----------------------------------
> Original message from annisa:
>
> ----------------------------------
> Original message from Abu za'im:
>
> ----------------------------------
> Original message from muamar:
>
> ----------------------------------
> Original message from AniNDy:
>
> ----------------------------------
> Original message from Rohma-girl:
>
> ----------------------------------
> Original message from lala:
> ----------------------------------
> Original message from Nia:
>
> ----------------------------------
> Original message from AZWIN:
> ----------------------------------
> Original message from yuujin:
> ----------------------------------
> Original message from Hidayatullah:
>
> ----------------------------------
> Original message from pita:
> ----------------------------------
> Original message from neirie:
> ----------------------------------
> Original message from Dimas:
>
> ----------------------------------
> Original message from Nastiti:
> ----------------------------------
> Original message from amal demolition:
>
> ----------------------------------
>Original message from -aReMaY-:

Maksud singkatan " A'kum"

Maksud singkatan " A'kum" Assalamu'alaikum

Untuk renungan bersama :

Janganlah kita menggantikan perkataan "Assalamualaikum" dengan "A'kum" dalam SMS atau apa sekalipun melalui tulisan. Jika perkataan Assalamualaikum itu panjang, hendaklah kita ganti dengan perkataan "Salam". Itu sama makna dengan Assalamualaikum. Sesamalah kita memberi tahu member-member yang selalu sangat guna shortform A'kum dalam SMS ataupun e-mail.

Perkataan 'AKUM' adalah gelaran untuk orang-orang Yahudi untuk orang-orang bukan Yahudi yang bermaksud 'BINATANG' dalam bahasa Ibrani. Ia singkatan daripada perkataan 'Avde Kokhavim U Mazzalot' yang bermaksud 'HAMBA-HAMBA BINATANG DAN ORANG-ORANG SESAT'.
Mulai sekarang jika ada orang hantar shortform "A'kum", kita ingatkan dia guna "Salam" kerana salam ialah dari perkataan Assalamualaikum. Semoga ada manfaatnya.
JIKA ANDA TIDAK KEBERATAN , FORWARD LAH CERITA KEPADA TEMAN TEMAN MU,
KERANA SESUNGGUHNYA ILMU YANG BERMANFAAT ITU, AKAN ABADI JIKA DIAMALKAN.

Monday, May 21, 2007

Your Food is Your Health

1. Bekas botol air mineral
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, Vit, etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor.
Kebiasaan itu tidak baik karena bahan plastik botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol-botol itu mengandung zat karsinogen (atau DEHA). Botol itu aman untuk dipakai 1-2 kali saja. Jika Anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari.
Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum.
Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai berulang-ulang. Jangan memakai botol plastik.

2. Penggemar satai
Kalau Anda makan satai, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan satai sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker.
Untuk itu kita punya obatnya, yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan satai.
Satai mempunyai zat karsinogen (penyebab kanker), tetapi timun ternyata punya antikarsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan satai.

3. Udang dan vitamin C
Jangan makan udang setelah Anda makan vitamin C. Itu akan menyebabkan keracunan dari racun arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari udang dan vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. Mi instan
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak tiga hari setelah Anda mengonsumsi mi instan jika Anda akan mengonsumsinya lagi. Dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak.
Konsumsi mi instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.
Seseorang karena begitu sibuknya dalam berkarier tidak punya waktu lagi untuk memasak sehingga diputuskannya untuk mengonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker.
Dokternya mengatakan hal itu disebabkan adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan tubuh kita memerlukan waktu lebih dari dua hari untuk membersihkan lilin tersebut.

5. Bahaya di balik kemasan makanan
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai 'pelindung' makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, bergantung pada jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilih kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah peringkat teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

A. Kertas
Beberapa kertas kemasan dan nonkemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti ginjal, hati, otak, saraf, dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit), & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal memang susah-susah gampang.
Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng, dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal ke makanan tersebut. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B. Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan keamanan styrofoam diragukan. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut mampu mempertahankan panas dan dingin, tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, dan ringan.
Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN INI

From: anang krisharyanto [mailto:anang_ krisharyanto@ yahoo.co. id]