From: SIANNE DHALIA WINATA [mailto:sianne_winata@bca.co.id]
Sent: Wednesday, August 01, 2007 8:41 AM
Subject: silahkan forward seikhlas nya
Dear All,
maaf mengganggu :
Kalau kenal atau mengetahui ada anak miskin atau dari golongan kurang
mampu, lulus SD (berijasah) tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur
max 18 tahun, tinggal di Jakarta Selatan, dapat menghubungi Ibu Ade,
Pancoran Timur VIII no. 4B Jakarta 12770 telp. 7990412 HP.
085691500258, untuk selanjutnya akan disurvei, Insya Allah tahun ini
akan dibuka sekolah rakyat (SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan
khusus untuk anak miskin dan dari golongan tidak mampu ..silahkan
forwrd seikhlas nya
Thanks
Wednesday, August 29, 2007
Free School for the Poor
Diposting oleh
Dony
di
9:44 AM
2
komentar
Labels: hajat hidup
Sekolah itu Mudah
Lihat tayangan The Scholar di televisi swasta berlaberl televisi berita itu? Ternyata bersekolah lanjut itu tidak mudah ya. Tidak cukup hanya pintar, kalau mau sekolah dibayari, orang harus juga bisa menyelesaikan permainan, presentasi, dan tugas-tugas yang direkayasa untuk mengetahui Anda memang berkualitas. Tidak sia-sia untuk dibayari. Berprospek.
Untunglah masih ada jalur lain yang menurut saya relatif lebih mudah. Nabung tiap bulan lalu persiapkan diri menghadapi tes masuk.
Seharusnya memang pendidikan mudah diraih. Landasan yang paling penting menurut saya karena negara ini dibangun untuk 'mencerdaskan kehidupan bangsa' (referensi lengkap lihat UUD 1945 dan pembukaannya). Bukan untuk 'menguntungkan pemerintah dan saudagar (istilah kerennya sekarang: kalangan pengusaha)'.
Untunglah beberapa pemerintah daerah telah benar-benar menggratiskan biaya pendidikan dasar. Belum banyak dan belum merata, tetapi mendingan daripada tidak ada sama sekali.
kalau nyatanya kekuatan dominan justru berpandangan pendidikan merupakan peluang bisnis yang menggiurkan, bahwa berapa pun tarif sekolah dibanderol orang akan berupaya meraihnya, bahwa kualitas ditentukan harga, dan pendidikan formal punya legitimasi kuat, altruis-altruis yang berupaya membalikkan keadaan dan pandangan dengan langkah-langkah kecil sekalipun punya peluang masuk surga dengan kebaikan mereka.
Sekolah itu mudah, seharusnya. Tapi ternyata susah, ya. Kecuali, mungkin, sekolah kehidupan. Masuknya tak sulit, lulusnya sukar.
Universitas Indonesia almamaterku? Sibuk menjauhkan diri dari rakyat yang menjadi fondasinya dengan berbagai syarat administratif dan finansial dan mengusung status badan hukum milik negara sebagai tameng cari untung. Semoga saya diberi kesempatan melihat Universitas Indonesia dan perguruan-perguruan tinggi negeri lainnya berubah haluan berpihak kepada rakyat yang hidup pas-pasan tapi ingin cerdas.
Diposting oleh
Dony
di
8:39 AM
0
komentar
Labels: hajat hidup
